KOMPAS.com – Sarapan, makan siang, minum kopi di sore hari, sampai makan malam. Masing-masing jam makan bisa memunculkan aneka kuliner khas Yogyakarta. Ya, walau disebut sebagai Kota Gudeng, kuliner Yogyakarta lebih dari sekadar “gudeg”.
Tentu
saja, mampir ke Yogyakarta tetap tak lengkap jika belum mencicipi
gudeg. Bagi pelancong sejati Yogyakarta, pasti memiliki kuliner favorit
yang akan selalu dicari setiap menginjakan kaki di Yogyakarta.
Ada
pula beberapa kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan.
Beberapa kuliner tersebut begitu “ngangeni” alias membuat rindu bagi
orang yang sudah pernah memakannya. Berikut beberapa makanan Yogyakarta
yang “ngangeni” versi Kompas.com.
Kipo. Kipo
adalah jajanan khas Kotagede. Bentuknya kecil dan dibungkus daun
pisang. Kulit kipo warna hijau dengan isian gula jawa. Bungkusan daun
pisang berisi adonan yang sudah diberi gula jawa kemudian dipanggang di
atas cobek.
Harum pandan dan kenyal kulit dari tepung ketan yang
gurih bercampur dengan manisnya gula jawa. Salah satu tempat legendaris
yang menjual kipo adalah kios Bu Djito di Jalan Mondorakan Nomor 27,
Kotagede, yang sudah berjualan sejak 1946.
Sego Pecel.
Sego berarti nasi, pecel sudah pasti sayuran dengan bumbu kacang.
Masakan sederhana ini selalu mampu membuat penikmatnya rindu untuk
menyantapnya kembali. Kuncinya memang di bumbu kacang.
Nah, SGPC
Bu Wiryo bisa menjadi salah satu tempat makan untuk menikmati sego
pecel. Lokasinya masih berada di kompleks Universitas Gajah Mada (UGM)
dan sudah ada sejak tahun 1959. Tak heran, ini menjadi tempat makan
nostalgia bagi kalangan alumni UGM.
Sego pecel ala Bu Wiryo tak
jauh beda dengan nasi pecel lainnya, yaitu berisikan kacang panjang,
bayam, dan tauge. Tentu saja tak lupa bumbu kacang gurih dengan sedikit
rasa pedas, disiram di atas sayuran. Anda bisa tambahkan lauk lainnya
untuk menyantap nasi pecel, ada tempe dan tahu bacem, ataupun sekedar
telur goreng.
Gudeg. Mendengar kata “gudeg” saja
sudah mampu menerbitkan air liur. Rasanya yang legit dengan paduan gurih
dari santan. Nangka muda dimasak dengan santan selama berjam-jam hingga
kental dan berubah warna.
Salah satu penjual gudeg yang tenar
adalah Gudeg Yu Djum. Sampai-sampai, jika tak sempat makan, gudeg pun
dibungkus untuk dijadikan oleh-oleh. Gudeg Yu Djum sering dibeli untuk
dibawa pulang ke kota asal. Biasanya bisa awet jika dibungkus dengan
kendil atau kendi tanah liat.
Gudeg kering khas Yu Djum ini
berisikan telor bebek, ayam kampun, dan sambal krecek. Saking larisnya,
siang hari seringkali gudeg di tempat ini sudah habis. Gudeg Yu Djum
sudah berusia lebih dari 30 tahun dan terus berjualan di Jalan Wijilan.
Sate Klathak. Pertama
kali menikmati sate klathak, tak perlu kaget dengan tampilan tusuk
satainya yang tampak menyeramkan itu. Ya, jeruji sepeda yang terbuat
dari besi digunakan sebagai tusuk sate. Sate Klathak bisa ditemukan di
daerah Bantul.
Daging yang dipakai biasanya daging kambing muda
yang sudah dibumbui dengan garam dan sedikit merica, tanpa tambahan
kecap dan bumbu lainnya. Begitu sederhana namun malah mengeluarkan
kesegaran rasa asli dari daging kambing.
Nama “klathak” sendiri
berasal dari bunyi yang keluar saat daging dibakar di tungku bara api.
Di Jalan Imogiri Timur dan Pasar Jejeran terdapat banyak penjual Sate
Klathak. Namun salah satu yang tenar adalah Sate Klathak Pak Bari yang
berada di Pojok Kidul Pasar Jejeran, Wonokromo, Bantul.
Kopi Jos.
Ketenaran Kopi Jos ini sudah tak terkatakan lagi. Bisa dipastikan
setiap pelancong yang ke Yogyakarta, mampir ke sebuah angkringan jadul
di Jalan Mangkubumi, dekat pintu keluar Stasiun Tugu.
Angkringan
Lek Man, demikian biasa disebut. Angkringan itu sudah ada sejak tahun
1950-an. Kopi Jos hanyalah kopi hitam pekat. Hal yang membuatnya
istimewa adalah arang yang membara dimasukan ke dalam kopi.
Sambil
menikmati kopi jos, jangan lupa menyantap sego kucing alias nasi dalam
porsi kecil lengkap dengan sedikit lauk seperti ikan teri. Tambahkan
aneka gorengan dan sate.
5 Kuliner Yogyakarta yang Ngangeni
18.02 |
Editor :
I Made Asdhiana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.











0 komentar:
Posting Komentar